Raih Gelar Juara 10 Kali Beruntun, Ini Alasan Mengapa Bayern Munchen Dominasi Bundesliga
![]() |
| Pemain Bayern Munchen merayakan gelar juara ke-10 di Allianz Arena. Foto: Twitter @FCBayern |
Discover.News - Bayern Munchen berhasil mengunci gelar juara Bundesliga untuk yang ke-10 kalinya secara beruntun setelah mengalahkan rivalnya Borrusia Dortmund dengan skor 3-1 di Allianz Arena (23/4).
Kemenangan Munchen tersebut diraih berkat gol yang diciptakan oleh Serge Gnabry pada menit ke-15’. Robert Lewandowski (34’), dan pemain muda berbakat mereka Jamal Musiala di menit ke-83’. Sementara Dortmund hanya bisa membalas satu gol dari sepakan penalti Emre Can di menit ke-52’.
Dengan kemenangan dalam laga bertajuk Der Klassiker itu, Munchen berhasil mengungguli klasemen Bundesliga dengan torehan 75 poin, terpaut 12 poin atas Dortmund di peringkat kedua dengan 63 poin dan mengunci gelar juara sebab mustahil dikejar oleh Dortmund.
Munchen berhasil memecahkan rekor sebagai klub pertama yang meraih 10 gelar juara beruntun di 5 liga top Eropa. Gelar juara Bundesliga merupakan satu-satunya trofi yang mereka raih musim ini setelah sebelumnya disisihkan Villarreal di perempat-final Liga Champions.
Keberhasilan Munchen di Bundesliga membuktikan dominasi yang diciptakannya sejak musim 2012/2013 silam. Banyak faktor yang menyebabkan Bundesliga bisa dibilang tidak ‘kompetitif’.
Perbedaan kualitas yang jauh antara Munchen dengan tim lainnya menjadi faktor utama, sebagai contoh di musim ini Munchen meraih gelar juara dengan terpaut unggul 12 poin dari peringkat kedua.
Selain itu, yang menyebabkan terjadinya perbedaan kualitas tersebut adalah kebiasaan Munchen yang kerap kali menggaet pemain bintang dari tim-tim Bundesliga. Sebut saja Robert Lewandowski dari Dortmund, Leon Goretzka dari Schalke, serta Upamecano dan Sabitzer dari RB Leipzig.
Namun, hadirnya nama-nama besar tersebut juga dikarenakan manajemen Munchen yang cerdas dalam memilih pemain dan mengelola bisnis. Pemain sekelas Philippe Countinho, James Rodriguez, dan Goretzka bisa datang ke Munchen dengan mahar yang tidak mahal.
Reviewed by Discover.News
on
April 25, 2022
Rating:

Tidak ada komentar