Heboh Kasus Hepatitis Akut Misterius, Kemenkes Berikan Penjelasan


Prof. Dr. dr. Hanifah Oswari, SpA (K) sedang menjelaskan Hepatitis Akut Misterius dalam konferensi pers Kemenkes. Foto: Kanal Youtube Kemenkes RI

Discover.News - Rabu (27/4, 2022) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia secara resmi mengeluarkan Surat Edaran mengenai Kewaspadaan terhadap Penemuan Kasus Hepatitis Akut yang Tidak Diketahui Etiologinya.

Sebelumnya, Badan Kesehatan Dunia (WHO) telah menyatakan Kejadian Luar Biasa (KLB) pada kasus hepatitis akut yang menyerang anak-anak di Eropa, Amerika, dan Asia yang penyebabnya belum diketahui sejak 15 April 2022.

Surat Edaran ini dikeluarkan setelah tiga pasien anak yang dirawat di RSUPN Dr. Ciptomanunkusumo Jakarta meninggal dengan dugaan Hepatitis Akut yang belum diketahui penyebabnya.

Ketiga pasien merupakan rujukan dari rumah sakit yang berada di Jakarta Timur dan Jakarta Barat.

Gejala yang ditemukan pada pasien tersebut adalah mual, muntah, diare berat, demam, kuning, kejang, dan penurunan kesadaran.

Penyakit ini adalah jenis hepatitis berat yang masih belum diketahui penyebabnya. Pemeriksaan laboratorium diluar negeri telah dilakukan dan virus hepatitis tipe A,B,C,D, dan E tidak ditemukan sebagai penyebab dari penyakit tersebut. 

Menurut catatan WHO lebih dari 170 kasus hepatitis jenis ini sudah dilaporkan oleh lebih dari 12 negara.

Kasus pertama yang dilaporkan adalah yang terjadi pada Inggris Raya pada 5 April 2022 mengenai 10 kasus Hepatitis Akut yang Tidak Diketahui Etiologinya pada anak-anak usia 11 bulan - 5 tahun pada periode Januari hingga Maret 2022 di Skotlandia Tengah.

Kisaran kasus terjadi pada anak usia 1 bulan sampai dengan 16 tahun. Sepuluh persen diantaranya memerlukan transplantasi hati, dan 1 kasus dilaporkan meninggal. 

Melalui konferensi pers di kanal Youtube Kementerian Kesehatan RI pada Kamis (5/4) Prof. Dr. dr. Hanifah Oswari, SpA (K), Guru Besar Gastro Hepatologi RSCM FKUI Jakarta menyebutkan bahwa gejala dari Hepatitis Akut jenis ini adalah sakit perut, warna mata dan kulit kunin, muntah-muntah, diare parah, buang air kecil berwarna teh tua, buang air besar berwarna pucat, kejang, dan penurunan kesadaran. 

Hanif juga menyebutkan beberapa virus yang diduga sebagai penyebab Hepatitis Akut yang kebanyakan penyebab penularannya melalui saluran cerna dan saluran pernafasan.

“Kebanyakan virus-virus ini penularanya melalui saluran cerna dan saluran nafas. Maka pencegahan yang bisa kita lakukan adalah menjaga jangan sampai anak-anak terinfeksi virus melalui jalan masuknya virus,” tutur Hanif.

Tindakan yang bisa dilakukan untuk mencegah hal masuknya virus seperti mencuci tangan, memastikan makanan dalam keadaan matang dan bersih, tidak berganti alat makan, menghindari kontak dengan orang sakit, dan melaksanakan protokol kesehatan.

Juru Bicara Kementerian Kesehatan dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid menyampaikan bahwa saat ini, Kementerian Kesehatan RI sedang melakukan investigasi penyebab kejadian hepatitis akut ini melalui pemeriksaan panel virus secara lengkap. Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta sedang melakukan penyelidikan epidemiologi lebih lanjut.

“Selama masa inverstigasi, kami menghimbau masyarakat untuk berhati-hati dan tetap tenang, serta lakukan tindakan pencegahan,” kata dr. Nadia.

Melalui Surat Edaran Nomor HK.02.02/C/2515/2022 yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan melalui Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, pemerintah memiliki tujuan untuk meningkatkan dukungan Pemerintah Daerah, fasilitas pelayanan kesehatan, kantor Kesehatan Pelabuhan, sumber daya manusia kesehatan, dan para pemangku kepentingan terkait kewaspadaan dini penemuan kasus Hepatitis Akut yang Tidak Diketahui Etiologinya.

Kemenkes meminta Dinas Kesehatan Provinsi dan Kabupaten/Kota, Kantor Kesehatan Pelabuhan, Laboratorium Kesehatan Masyarakat dan Rumah Sakit untuk memantau dan melaporkan kasus sindrom Penyakit Kuning akut di Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR), dengan gejala yang ditandai dengan kulit dan sklera berwarna ikterik (kuning) dan urin berwarna gelap yang timbul secara mendadak dan memberikan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) kepada masyarakat serta upaya pencegahan melalui penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat.

Kemenkes juga meminta pihak terkait untuk menginformasikan kepada masyarakat untuk segera mengunjungi Fasilitas Layanan Kesehatan (Fasyankes) terdekat apabila mengalami sindrom Penyakit Kuning, membangun dan memperkuat jejaring kerja surveilans dengan lintas program dan lintas sektor.

“Tentunya kai lakukan penguatan surveilans melalui lintas program dan lintas sektor, agar dapat segera dilakukan tindakan apabila ditemukan kasus sindrom jaundice akut maupun yang memiliki ciri-ciri seperti gejala hepatitis,” ucap dr. Nadia.

Bagi Dinas Kesehatan, KKP, dan Rumah sakit juga diminta segera memberikan notifikasi/ laporan apabila terjadi peningkatan kasus sindrom jaundice akut maupun menemukan kasus sesuai definisi operasional kepada Dirjen P2P melalui Public Health Emergency Operation Centre (PHEOC) melalui Telp./WhatsApp 0877-7759-1097 atau email: poskoklb@yahoo.com. (Malikhatun)



Heboh Kasus Hepatitis Akut Misterius, Kemenkes Berikan Penjelasan  Heboh Kasus Hepatitis Akut Misterius, Kemenkes Berikan Penjelasan Reviewed by Discover.News on Mei 06, 2022 Rating: 5

Tidak ada komentar

SEA Games 2021: Timnas Indonesia Raih Perunggu usai Kalahkan Malaysia lewat Babak Adu Penalti

  Punggawa Timnas U-23 Indonesia merayakan kemenangan atas Malaysia. Foto: Twitter @marcklok10 Discover.News - Timnas U-23 Indonesia berhas...