Jaga Kesehatan Si Kecil dari Dermatitis Atopik
Bayi yang kulit pipinya memerah karena mengalami dermatitis atopik. Foto: pinterest.com
Discover.News - Bayi dikenal memiliki kulit yang lembut dan sensitif. Karena itu, butuh kehati-hatian ekstra saat menggunakan produk yang bersentuhan langsung dengan kulit si kecil seperti sabun mandi, shampo, lotion, kain, dan sabun yang digunakan untuk mencuci kain.
Jika ada salah satu produk yang tidak sesuai, maka kulit bayi akan mengalami berbagai masalah seperti iritasi, eksim, dan lainnya. Salah satu hal hal yang bisa menyerang kulit sensitif si kecil adalah Dermatitis Atopik.
Dikutip dari live instagram @halodoc pada Rabu (20/4, 2022), dr. Reiva Farah Dwiyana, Sp. KK, dokter spesialis kulit dan kelamin pada Tivaza Klinik spesialis Kulit, Bandung, menerangkan bahwa dermatitis atopik adalah eksim alergi, eksim atau peradangan pada kulit dengan ciri khas kulit kering, merah-merah, dan gatal gatal. Dermatitis atopik biasa menyerang bayi dan anak-anak tetapi bisa juga menyerang orang dewasa.
Penyebab hal ini terjadi pada anak-anak ada 2 yaitu faktor intrinsik dan ekstrinsik. Faktor intrinsik adalah faktor genetik dengan berbagai jenis penyakit bawaan seperti asma, rinitis, alergi makanan atau obat dari orang tua yang bisa berpotensi diturunkan ke anaknya.
Faktor ekstrinsik terjadi karena produk perawatan yang dipakai tidak cocok dengan kulit bayi, makanan, obat-obatan tertentu, serta infeksi.
Klasifikasi dermatitis atopik dibagi menjadi 3 yaitu bayi yang terdiri dari anak-anak yang berusia kurang dari 1 tahun, anak-anak dan dewasa dan setiap kelompok memiliki gejala yang berbeda.
Bayi biasanya memiliki ruam-ruam atau merah-merahnya di pipi sehingga berwarna seperti apel atau tomat dan sering digaruk. Anak-anak biasanya mengalami ruam merah di lipatan siku, belakang lutut, rasanya gatal dan anak-anak sering menggruk bagian tersebut. Sedangkan pada orang dewasa ada di bagian depan seperti bagian lengan, paha, dan betis bagian depan.
"Jadi kalo ibu-ibu kadang suka bilang, wah anak saya alergi ASI karena pipinya merah itu salah ya. Karena jika bayi terus menggaruk bagian tersebut bisa jadi itu adalah tanda dari dermatitis atopik," ujar dr. Reiva.
Pada anak-anak dan bayi saat ini juga ditemukan gejala berupa bruntusan pada pantan hingga paha belakang dan membentuk huruf U terbalik. Dan setelah diteliti ternyata hal tersebut berasal dari toilet duduk yang digunakan anak-anak.
"Jadi ini menjadi catatan bagi orang tua dan para ibu untuk selalu menjaga kebersihan toilet duduk yang digunakan anak-anak, jangan lupa di lap terlebih dahulu sebelum digunakan oleh anak-anak. Tetapi jangan menggunakan zat kimia yang terlalu kuat, karena itu bisa membuat anak-anak merasa cepat perih. Jika ingin aman bisa menggunakan kertas toilet seperti kantung yang sekali pakai yang sekarang banyak dijual di pasaran," ungkap dr. Reiva.
Perbedaan antara dermatitis atopik dan kulit kering adalah pada dermatitis atopik pasti kulitnya kering tetapi disertai juga dengan ruam-ruam merah. Jika dermatitis atopik sudah kronis maka bentuknya sudah menjadi kulit kering sekali dan ada bekas-bekas garukan seperti dermatitis atopik. Jika sedang berada dalam masa akut maka kulitnya akan menjadi merah, terdapat bruntusan berupa bintik bintik dan terasa gatal, serta bersisik.
Sedangkan kulit kering sendiri terdiri dari berbagai macam dan biasa terjadi pada orang dewasa, orang tua, produk perawatan kulit yang tidak cocok, atau orang yang memiliki penyakit lain seperti penyakit ginjal dan penyakit liver.
"Jadi kita lihat ya, kalau tidak ada ruam-ruam berarti itu kulit kering biasa. Tetapi semuanya tetap membutuhkan sabun dan pelembab yang tepat," kata dr. Reiva.
Pemicu dermatitis atopik adalah infeksi pada saat anak-anak mengalami batuk, pilek, gigi berlubang, makanan dari luar yang memiliki pemicu alergi seperti susu sapi ataupun kacang-kacangan, udara dingin atau pergantian udara yang ekstrim dari panas ke dingin, debu rumah atau tungau.
Pemicu tersebut bisa dihindari dengan membawa penyaring debu, menambal gigi berlubang, mengobati batuk pilek, mandikan anak dengan air hangat, jangan biarkan anak mandi terlalu lama, pakaikan pelembab, dan perhatikan makanan anak-anak.
"Penting juga untuk diingat oleh orang tua bahwa dermatitis atopik tidak bisa berkontak dengan antiseptik seperti hand sanitizer atau tisu basah terlalu sering karena akan membuat perih dan sensitif," ujar dr. Reiva
Terakhir dr. Reiva menambahkan agar orang tua menjaga kelembaban kulit pada anak, jangan mandi terlalu lama, gunakan sabun dan pelembab yang tepat untuk kondisi kulit, jangan membeli obat sembarangan,dan jangan pernah lakukan self diagnose dan/atau self treatment tanpa berkonsultasi dengan dokter. (Malikhatun)
Tidak ada komentar