Memaknai Toleransi dari Sepiring Sate Kerbau

Discover.News - Kota Kudus terkenal dengan olahan kuliner daging kerbau. Nasi pindang, soto Kudus, dan sate kerbau merupakan olahan berbahan dasar daging kerbau yang menjadi incaran para pelancong. Tak hanya bagi para pelancong, makanan ini juga menjadi incaran masyarakat Kota Kudus sebagai menu sarapan, makan siang, ataupun makan malam.

Banyaknya makanan berbahan dasar daging kerbau tentu tak lepas dari peran sejarah yang mengawali hal tersebut. Sejarah Panjang ini dibentuk melalui kerukunan umat beragama pada masa Sunan Kudus Sayyid Ja’far Shadiq Azmatkhan atau biasa disebut dengan panggilan Sunan Kudus.

Pada awalnya, masyarakat Kudus merupakan penganut agama Hindu. Setelah Sunan Kudus mulai menyebarkan agama Islam di kota ini, ia memerintahkan para pengikutnya untuk tidak menyembelih dan mengonsumsi daging sapi sebagai bentuk saling menghormati. Sejak saat itulah, olahan daging kerbau menjadi bahan dasar utama pengganti daging sapi. Hingga sekarang, masyarakat Kota Kudus masih berpegang teguh ajaran Sunan Kudus agar tetap bertoleransi terhadap pemeluk agama lain. Sikap saling menghargai ini masih terlihat jelas hingga sekarang, seperti saat peringatan 10 Muharam semua masyarakat dari berbagai kalangan dan agama ikut membantu prosesi acara Buka Luwur Sunan Kudus.

Cara menikmati sate kerbau (Dok. Sate Kerbau 57)

Jika sate pada umumnya diolah dengan dipotong dadu, berbeda dengan sate kerbau. Untuk membuat sate kerbau, daging kerbau di pukul terlebih dahulu sampai gepeng dengan tujuan agar daging kerbau menjadi lebih lembut dan tidak alot. Setelah dirasa halus, daging kemudian di tusuk dengan tusuk sate lalu dibakar diatas arang.

Saus siraman sate kerbau sangat berbeda dengan sate ayam ataupun sate sapi pada umumnya. Saus sate kerbau memiliki perpaduan rasa manis dan gurih yang berasal dari campuran gula merah, kelapa, dan kacang. Tak hanya itu, terdapat rasa unik dari kluwek yang menjadi pembeda antara bumbu sate lainnya. Sebagai penutup, sate kerbau akan dihidangkan dengan nasi hangat beralaskan daun jati ditambah toping cabai rebus dan bawang goreng.

Sate kerbau sendiri merupakan makanan yang cukup ‘mahal’ dikalangan sate lainnya. Jika sate lainnya dijual dengan hitungan porsi, sate kerbau dijual pertusuk. Satu tusuk sate kerbau dibanderol dengan harga Rp. 5.700,00. Jadi, tertarik untuk mencicipi sepiring sate kerbau saat berkunjung ke Kota Kudus?.


(Atassya)

Memaknai Toleransi dari Sepiring Sate Kerbau Memaknai Toleransi dari Sepiring Sate Kerbau Reviewed by Discover.News on Mei 03, 2022 Rating: 5

Tidak ada komentar

SEA Games 2021: Timnas Indonesia Raih Perunggu usai Kalahkan Malaysia lewat Babak Adu Penalti

  Punggawa Timnas U-23 Indonesia merayakan kemenangan atas Malaysia. Foto: Twitter @marcklok10 Discover.News - Timnas U-23 Indonesia berhas...