Cerita Cinta di Bakso Muji Jaya
Penampakan Bakso Muji Jaya yang berada di lingkungan Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD). (Dok. Falah)
“Selain menjadi tempat untuk makan, kantin juga dapat menjadi alternatif tempat untuk mencari pasangan untuk para kaum jomblo. Selain cerita dari orang-orang yang jatuh cinta dengan makanan disini, terselip beberapa cerita cinta antar pelanggan yang menambah ramai suasana disini.”
Ramainya fenomena Mention Confess (menfess) sebagai ajang untuk curhat dan membicarakan hal-hal viral, membawa bakso Muji Jaya menjadi buah bibir netizen Twitter @UNSfess_. Harganya yang murah dan tempat yang berada di tengah-tengah kampus, menjadi favorit bagi mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) sebagai alternatif tempat makan atau sekedar duduk bersantai.
Pada Selasa, 21 September 2021, Tim CipIcip menyambangi kantin viral ini untuk membuktikan sendiri kenikmatannya. Tim CipIcip datang pukul 1 siang dimana harusnya jam makan siang sudah lewat bagi sebagian orang, namun tim CipIcip mendapati kantin ini masih ramai dikunjungi oleh mahasiswa bahkan karyawan yang bekerja di kampus.
Lokasi kantin ini berada di pinggir jalan antara pertigaan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD), serta kantin Fakultas Teknik. Selain berada di antara 3 fakultas tersebut, kantin ini berada di sebelah Unit Pelayanan Terpadu (UPT) Bahasa. Karena berada di antara banyak fakultas dan unit pelayanan, tempat ini sering disambangi oleh mahasiswa dari berbagai fakultas di UNS bahkan karyawan yang bekerja.
Sebelum dapat menyewa tempat, Bakso Muji Jaya menggunakan gerobak dan berkeliling di sekitaran kampus. Lalu ketika namanya mulai melejit, kantin ini menetap di samping UPT Bahasa dan mulai saat itulah mahasiswa mengenalnya dengan sebutan Bakso UPT. Namun sekarang kantin ini sudah bisa menyewa kantin tetap di Fakultas Seni Rupa dan Desain.
Kantin ini cukup luas untuk makan atau sekedar menunggu waktu kuliah ketika sedang jenuh. Terdapat total 8 meja yang disusun sedemikian rupa sebagai tempat makan dan minum para pelanggan, 4 meja panjang berkapasitas 8-10 orang dan 4 meja sisanya berkapasitas 4-6 orang. Para pelanggan tidak perlu takut jika kehabisan tempat, karena kantin ini juga menyediakan tikar yang bisa digunakan untuk lesehan di pinggir kantin. Atau pelanggan bisa memanfaatkan pembatas jalan sebagai alternatif meja dan kursi.
Para pelanggan dapat memilih menggelar tikar jika meja yang tersedia sudah penuh. (Dok. Falah)
Sistem pemesanan di kantin ini menggunakan konsep Jipuk Dewe (Pokwe) atau pelanggan bebas mengambil sendiri menu yang hendak dipilih. Aneka bakso, pangsit, bakwan, mie kuning, mie putih, serta berbagai kecap dan saus berjejer memanjang di atas meja dan siap untuk di santap. Sebagai teman makan, terdapat berbagai minuman seperti es teh dan es jeruk yang bisa di pesan di tempat yang sama.
Harga yang dipatok oleh pemilik kantin ini terbilang sangat murah untuk tahun 2021. Bakso kecil, pangsit, dan bakwan dibanderol dengan harga Rp.500 per buah. Bakso berisi telur puyuh dibanderol dengan harga Rp.1.500 per buah, sementara bakso urat dan bakso telur dihargai Rp.4000 per buah. Minuman yang dijual di sini pun terbilang ramah di kantong para mahasiswa, minuman dihargai mulai dari Rp.2000 hingga Rp.3000 per gelas.
Selesai menyantap makanan, tim CipIcip mencoba mewawancarai beberapa pelanggan yang ada di lokasi. Diffa (20), mahasiswi Hubungan Masyarakat, adalah sosok yang sudah jatuh cinta dengan makanan ini. Ia kerap datang kemari untuk menyantap semangkuk bakso atau sekedar duduk santai bersama teman-teman. “Sering, setiap hari malah. Soalnya Pak Keanu (Pedagang) udah jadi temenku.” Ujarnya saat ditemui tim CipIcip pada Selasa, 21 September 2021.
Tempat nyaman, harga murah, serta pelayanannya yang ramah membuat Diffa tak segan-segan datang kembali untuk menikmati semangkuk bakso di sini. “Enak banget, karena aku sedikit pemilih ya soal makanan, tapi waktu nyobain bakso ini aku langsung suka dan ketagihan gitu. Bahkan aku pernah dari siang sampe isya tuh disini, duduk dan makan aja.” Ujar Diffa sambil tertawa kecil.
Sama seperti Diffa, kenikmatan Bakso Muji Jaya membuat Safira (21) juga jatuh cinta. Walaupun baru 3 kali kemari, mahasiswi Teknik Pangan ini selalu menyempatkan singgah kemari untuk makan. “Waktu makan disini tuh ketagihan, karena rasanya enak dan juga harganya murah banget. Apalagi bisa ambil sendiri, itu sih enaknya.” Ujarnya ke tim CipIcip.
Sistem pokwe seperti ini lebih disukai oleh beberapa orang karena dinilai lebih memanjakan para pelanggan. Agil (20) salah satu orang yang senang dengan konsep pokwe di kantin ini. Menurut mahasiswa Sekolah Vokasi ini, bakso dengan sistem pokwe dinilai lebih unik karena jarang dijumpai warung bakso dengan konsep yang sama. “Unik sih, kita bisa ambil pentolnya sendiri, pangsitnya juga. Jadi lebih enak aja gitu.” Ucapnya ketika ditemui tim CipIcip.
Selain menjadi tempat untuk makan, kantin juga dapat menjadi alternatif tempat untuk mencari pasangan untuk para kaum jomblo. Selain cerita dari orang-orang yang jatuh cinta dengan makanan disini, terselip beberapa cerita cinta antar pelanggan yang menambah ramai suasana disini.
Ibarat sebuah film romansa, berbagai hal-hal lucu dan menarik bisa terjadi di tempat yang ramai dikunjungi seperti kantin. Karena tempat yang luas dan nyaman, tak jarang mahasiswa dari berbagai fakultas sering datang kemari. Hal itulah yang membuat kantin ini bisa menjadi tempat untuk “cuci mata” dan tempat mencari pasangan jika beruntung.
Yuda (19) merupakan salah satu orang tak hanya jatuh cinta pada makanan disini, tapi juga berhasil menemukan tambatan hatinya di sini. Tempat ini menjadi saksi bisu bagi Yuda ketika bertemu dengan pacarnya beberapa tahun yang lalu. Yuda bercerita bahwa di tempat ini ia pertama kali melihat perempuan idamannya dan hingga kini tali asmara masih terjalin diantara keduanya. “Pertama kali banget liat seorang cewek yang, yah jadi pacar aku. Sampe sekarang.” Ujar Yuda sambil tersenyum. (Falah)
Tidak ada komentar